← Semua artikel

Desain foto mau disablon manual: berapa film, dan kenapa kanalnya harus bertumpuk

Desain penuh warna atau hasil AI tidak bisa dipisah seperti desain vektor. Ini cara kerja film raster: kanal yang sengaja bertumpuk, LPI yang berubah per job, dan angka abu yang menentukan hasil.


Order masuk berupa foto, atau ilustrasi penuh warna hasil AI. Klien mau disablon manual di kaos hitam. Pertanyaan pertama yang muncul di kepala: ini jadi berapa film?

Kalau kamu mencoba memisahkannya seperti desain vektor — satu warna satu film, tiap piksel masuk ke satu warna saja — hasilnya biasanya mengecewakan. Filmnya banyak, tapi banyak yang isinya tipis atau nyaris kosong, dan hasil cetaknya tidak menyerupai desain aslinya.

Itu bukan karena kamu salah memisahkan. Itu karena desain nada-menerus memang butuh cara pisah yang berbeda.

Kanal yang bertumpuk itu memang disengaja

Pada pemisahan index, tiap piksel jadi milik satu tinta saja. Rapi di layar, dan cocok untuk desain bidang rata seperti logo — itu jalur film sablon per warna.

Untuk desain nada-menerus, cara itu justru bikin film jadi bolong-bolong. Sebab gradasi dan campuran warna di foto tidak pernah benar-benar milik satu tinta.

Di film raster — atau yang biasa disebut simulated process — tiap tinta punya kanal sendiri, dan kanal-kanal itu boleh saling bertumpuk. Satu area kaos bisa kebagian tinta putih di bawah dan tinta merah di atasnya. Tumpang tindih itulah yang membuat warna menyatu di kaos, dan sekaligus jadi trapping alami: pergeseran cetak sedikit tidak langsung memperlihatkan celah.

Kalimat yang paling ringkas soal ini datang dari pemakainya sendiri: kalau kanalnya tidak ditumpang, biasanya banyak yang kosong.

Dasar untuk kaos gelap dihitung dari terang-gelap, bukan dari warna

Untuk kaos gelap, tinta dasar (putih, abu, dan kadang hitam untuk bayangan) tidak dihitung dari warna desain, melainkan dari kecerahannya.

Pemisahan ini dimodelkan dari berkas asli seorang tukang seting — tiga job lengkap, berisi sumber, kanal buatan tangan, dan filmnya. Waktu kanal tangan itu dihitung ulang, ketahuan bahwa kanal putihnya bukan hasil pilih-warna, melainkan sebuah kurva terhadap kecerahan.

Dan angka kurvanya berbeda antar job: pada satu job nilainya 2,2, pada job lain 1,0. Itu bukan ketidakkonsistenan, melainkan selera per desain — seberapa tebal dasar putih yang kamu mau. Karena itu ia disajikan sebagai tuas yang kamu geser, bukan angka tetap yang disembunyikan.

Tinta warna dihitung dengan cara lain lagi: kedekatan warna, dengan lebar toleransi yang juga bisa kamu geser. Sempit berarti mendekati index (tumpang tindih sedikit), lebar berarti tumpukan penuh ala simulated process.

LPI bukan satu angka untuk semua job

Kerapatan titik yang benar tergantung jenis desainnya, dan ini juga diukur dari job nyata:

Jenis job LPI terukur
2 film, monokrom kasar 35
9 film, ilustrasi padat 54–57

Logikanya masuk akal begitu dilihat: job dengan banyak film menumpuk banyak titik di area yang sama, jadi titiknya harus lebih halus supaya tidak saling menutup dan berlumur. Job dua film boleh kasar, dan justru lebih aman untuk afdruk manual.

Karena itu LPI diusulkan otomatis mengikuti kerumitan resepnya — mulai film keempat, job sudah dianggap padat. Kamu tetap bisa menimpanya kalau kondisi afdruk dan mesh-mu bicara lain.

Sudutnya juga sudah dipasangkan: dasar di 20,5 derajat dan warna di 76,5 derajat, jarak yang memang dipakai tukang seting untuk menghindari moiré.

Satu angka yang diam-diam menentukan hasil: warna abu

Ini contoh terbaik kenapa setelan yang kelihatan sepele bisa menentukan hasil akhir.

Tinta abu dulu dipatok pada abu terang. Waktu hasilnya diadu dengan desain aslinya pada job nyata, ketahuan: nada tengah desain yang gelap keluar jauh lebih terang di komposit, dan kemiripannya mentok di 43%.

Dengan abu yang gelap, kemiripan pada job yang sama naik ke 100%. Bawaannya sekarang abu gelap, dan angkanya ikut dihitung per desain lalu dikembalikan sebagai bagian resep.

Kenapa ini penting buat kamu: angka itu bukan angka tampilan di layar, tapi angka untuk mencampur tinta di ember. Kalau abu yang kamu campur lebih terang dari yang dihitung, hasil cetaknya akan pucat dibanding desain, dan biasanya baru ketahuan setelah satu lusin kaos jalan.

Dua hal kecil yang mencegah cacat cetak

Ambang cemaran. Bidang rata yang warnanya meleset sedikit dari palet akan kebagian porsi tinta yang sangat kecil. Porsi kecil dikalikan bidang yang luas berarti titik tinta bertaburan di area yang mestinya kosong — di kaos itu terbaca sebagai kotor. Porsi di bawah ambang tertentu dibuang, lalu sisanya direntang ulang.

Kurva nada linier. Kanal cakupan langsung jadi ambang titik, tanpa dipelintir dulu. Ini bukan penyederhanaan: ketiga job tukang seting yang dipakai memvalidasi memang linier, tanpa kompensasi dot gain. Artinya kompensasi dot gain tetap urusanmu, lewat mesh, emulsi, dan tekanan — bukan sesuatu yang sudah dibereskan di file.

Yang keluar, dan apa yang tetap harus kamu periksa

Hasilnya PDF bergaya rakitan tukang seting: halaman pertama proof warna beserta strip urutan tinta, lalu satu film per halaman, biner di 300 dpi, lengkap dengan tanda register dan label yang tercetak di filmnya, bukan cuma tampil di layar. Tiap film juga tersedia sebagai PSD kalau kamu mau menyentuhnya di Photoshop. Maksimal 12 tinta.

Dan ini batasnya, yang perlu disebut sejak awal: ini mempercepat pekerjaan tukang seting, bukan menggantikan matanya. Pratinjau yang kamu lihat adalah film yang sebenarnya, jadi periksa di situ — apakah dasar putihnya kelewat tebal, apakah ada tinta yang isinya nyaris kosong dan sebaiknya digabung, apakah wajah di desain masih terbaca setelah dititikkan.

Kalau desainnya justru bidang rata dan bertepi tegas, jangan dipaksa lewat jalur ini — pakai film sablon per warna yang memang untuk itu. Dan kalau desainnya baru mau dibuat, minta AI membuatnya dalam gaya siap sablon sejak awal jauh lebih murah daripada memaksa gambar bergradasi masuk ke film.

Coba gratis 14 hari — tanpa kartu kredit.

Berhenti menebak, mulai menghitung otomatis

Cethak mengurus cek kelengkapan pola, nesting hemat kertas, dan hitungan biaya — semua sekali klik. Coba gratis.